Kebidanan.umsida.ac.id – Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida) kembali menunjukkan komitmennya dalam edukasi kesehatan melalui Seminar Prodi Kebidanan Nasional (SPINA).
Kegiatan ini digelar secara daring melalui Zoom pada 30 April 2026 dengan mengusung tema tentang pendekatan holistik kesehatan ibu nifas, khususnya terkait deteksi dini gangguan psikologis dan pemanfaatan akupresur untuk mengatasi kecemasan.
Seminar terdapat dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni dr Liana Nurhayati SpKJ dan Hesty Widowati SKeb Bd MKeb.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya perhatian terhadap kondisi mental ibu setelah melahirkan, yang seringkali luput dari perhatian.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga berlangsung secara interaktif.
Lihat Juga: Aplikasi Kesehatan Kidney Guard Antar Mahasiswa Umsida Raih Penghargaan di Pilmapres VI 2026
Mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung melalui sesi tanya jawab, sehingga suasana seminar menjadi lebih hidup dan aplikatif.
Deteksi Dini Jadi Kunci Cegah Gangguan Psikologis

Dalam pemaparannya, dr Liana Nurhayati menjelaskan bahwa masa nifas bukan hanya fase pemulihan fisik, tetapi juga masa adaptasi emosional yang kompleks.
Ia menyoroti tingginya angka gangguan psikologis pada ibu pasca melahirkan, mulai dari baby blues hingga depresi postpartum.
Ia menyebutkan bahwa sekitar 50–80 persen ibu dapat mengalami baby blues, sementara sekitar 25 persen berisiko mengalami depresi postpartum. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesehatan mental ibu perlu mendapat perhatian serius.
“Bukan tanda kelemahan jika seorang ibu membutuhkan dukungan.
Cek Selengkapnya: Dosen Umsida Lakukan Edukasi Kesehatan Mental Remaja di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo
Justru dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan sangat penting untuk menjaga kesehatan mental ibu,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan.
Salah satu metode yang dapat digunakan adalah skrining menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk mengenali gejala sejak awal sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Akupresur Jadi Solusi Alami Atasi Kecemasan Ibu Nifas

Sementara itu, Hesty Widowati menjelaskan bahwa kecemasan pada ibu nifas dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti perubahan hormon, kelelahan, serta tuntutan peran baru sebagai seorang ibu.
Gejala yang muncul pun beragam, mulai dari rasa cemas berlebihan, sulit tidur, hingga pikiran yang terus-menerus khawatir.
“Kecemasan pada ibu nifas bisa berupa overthinking terhadap kondisi bayi maupun dirinya sendiri,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa jika tidak ditangani dengan baik, kecemasan dapat berdampak pada kualitas hidup ibu, proses menyusui, hingga perkembangan emosional bayi.
Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Bayi Sejak Dini, Ini Penjelasan Menurut Ahli
Sebagai solusi, Hesty memperkenalkan akupresur sebagai terapi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan. “Akupresur dilakukan dengan memberikan tekanan pada titik tertentu di tubuh untuk membantu menenangkan sistem saraf,” paparnya.
Terapi ini bekerja dengan merangsang pelepasan hormon endorfin dan membantu tubuh masuk ke kondisi relaksasi. “Akupresur seperti menekan tombol reset pada tubuh, sehingga ibu bisa lebih rileks,” tambahnya.
Melalui seminar ini, Umsida menunjukkan perannya sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental ibu secara menyeluruh.(Elfirarm).


























