Kebidanan.umsida.ac.id – Menjadi lulusan terbaik bukanlah pencapaian yang diraih dalam semalam. Di balik prestasi tersebut terdapat proses panjang yang dipenuhi kerja keras, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tantangan.
Hal itu tercermin dalam perjalanan Naziyah Cahya Pratiwi, lulusan Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida).
Lihat Juga: Laboran Kebidanan Umsida Tunjukkan Inovasinya di Ajang Nasional KILab 2025
Perempuan yang akrab disapa Cahya ini mulai menempuh pendidikan D3 Kebidanan Umsida pada tahun 2017. Ketertarikannya terhadap ilmu biologi menjadi salah satu alasan utama memilih bidang kebidanan sebagai jalan karier masa depannya.
Selama menjadi mahasiswa, Cahya tidak hanya fokus pada akademik. Ia juga aktif berorganisasi melalui Himpunan Mahasiswa (HIMA) Kebidanan serta mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bola basket yang menjadi salah satu hobinya.
Menurut Cahya, berbagai aktivitas tersebut justru memberikan pengalaman berharga dan membantu mengembangkan kemampuan diri di luar ruang kelas.
Belajar Mengatur Waktu antara Kuliah, Organisasi, dan Pekerjaan

Menjalani banyak aktivitas sekaligus tentu bukan hal mudah. Cahya mengaku pernah mengalami kesulitan dalam mengatur waktu, terutama ketika harus menyeimbangkan tanggung jawab akademik dengan kegiatan organisasi.
Namun, ia berusaha mengatasinya dengan melakukan evaluasi secara rutin dan menyusun perencanaan yang realistis sesuai prioritas yang dimiliki.
Baca juga: Nela Akhmalia Jadi Lulusan Terbaik Kebidanan Umsida, Inilah Kisah Perjalanannya
Upaya tersebut membuahkan hasil. Cahya berhasil menyelesaikan pendidikan D3 Kebidanan tepat waktu pada tahun 2020 dengan capaian akademik yang membanggakan dan meraih peringkat kedua terbaik.
Setelah lulus, ia memilih bekerja sebagai bidan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah. Pengalaman bekerja memberikan banyak pelajaran baru, baik dalam aspek profesional maupun pengembangan diri.
Dengan dukungan penuh dari orang tua, Cahya kemudian melanjutkan pendidikan melalui program alih jenjang di Umsida pada tahun 2022.
Pada awal masa kuliah sambil bekerja, ia sempat mengalami tantangan dalam menyesuaikan jadwal perkuliahan dengan sistem kerja bergilir.
Beruntung, lingkungan kerja yang mendukung membuatnya dapat mengatur jadwal secara lebih fleksibel sehingga aktivitas kuliah dan pekerjaan dapat berjalan beriringan.
Lulusan Terbaik yang Tidak Pernah Berhenti Belajar

Untuk menjaga produktivitas dan fokus selama menjalani berbagai aktivitas, Cahya memiliki kebiasaan membuat catatan jadwal dan target yang harus diselesaikan. Cara tersebut membantunya mengelola waktu dengan lebih terstruktur.
“Saya biasanya membuat daftar tugas dan tenggat waktu agar pekerjaan lebih teratur. Selain itu, saya juga memberikan self reward setelah berhasil mencapai target tertentu, misalnya mengunjungi tempat favorit atau menikmati makanan kesukaan,” ungkapnya.
Saat dinobatkan sebagai lulusan terbaik, Cahya mengaku merasakan perasaan yang sulit digambarkan. Ia merasa terkejut sekaligus bangga karena tidak pernah secara khusus menargetkan pencapaian tersebut.
“Perasaannya campur aduk, antara kaget, senang, dan bangga. Apalagi mengingat aktivitas yang saya jalani cukup padat setiap harinya,” tuturnya.
Ke depan, Cahya berkomitmen untuk terus mengembangkan diri sebagai bidan profesional sekaligus memperdalam ilmu kebidanan yang terus berkembang.
Ia berharap dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta membawa nama baik Umsida melalui dedikasi dan pengabdiannya di dunia kesehatan.
Penulis: Elfira Armilia.


























