Kebidanan.umsida.ac.id – Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) gelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi Bidan Angkatan XV Periode Juni 2026 yang berlangsung di Kampus 1 Umsida (10/06/2026).
Sebanyak 10 lulusan Program Pendidikan Profesi Bidan resmi dikukuhkan
setelah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan akademik dan praktik profesi.
Prosesi ini menjadi penanda bahwa para lulusan telah siap mengemban amanah
sebagai bidan profesional yang bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Baca Juga: Sumpah Profesi Bukan Sekadar Seremoni, Ini Pesan Tegas Rektor Umsida
Momen Sakral Penanda Awal Pengabdian

Para lulusan mengucapkan sumpah profesi di hadapan rohaniawan serta saksi dari organisasi profesi kebidanan sebagai bentuk komitmen moral dan profesional dalam menjalankan tugas di masa mendatang.
Setelah pengucapan sumpah, acara dilanjutkan dengan penandatanganan naskah sumpah profesi, penyerahan sertifikat profesi, serta prosesi serah terima lulusan kepada organisasi profesi.
Momentum tersebut menjadi simbol peralihan status dari mahasiswa menjadi tenaga kesehatan yang siap mengabdi kepada masyarakat.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan organisasi profesi, tenaga kesehatan dari rumah sakit, klinik, dan puskesmas, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai institusi kesehatan di Kabupaten Sidoarjo.
Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap lahirnya generasi bidan baru yang kompeten dan berintegritas.
Baca Selengkapnya: Seminar Nasional Kebidanan Umsida Bahas Kesehatan Mental Ibu Nifas dan Terapi Akupresur
Apresiasi dan Pesan untuk Lulusan Baru

Dalam sambutannya, dosen Pendidikan Profesi Bidan Umsida, Sri Mukhodim Faridah Hanum SST MM MKes, menyampaikan rasa bangga atas perjuangan para lulusan hingga berhasil menyelesaikan pendidikan profesi.
“Selamat dan sukses kepada seluruh lulusan yang hari ini resmi dilantik dan mengucapkan sumpah profesi. Semoga ilmu yang telah diperoleh dapat menjadi bekal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga kehormatan profesi bidan,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan lulusan juga membagikan kesan dan pesan kepada mahasiswa Kebidanan yang masih menempuh pendidikan.
Ia mengingatkan bahwa perjalanan menuju profesi bidan membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan semangat belajar yang konsisten.
“Jangan pernah menyerah dalam menjalani proses. Semua tantangan selama kuliah dan praktik akan menjadi bekal berharga ketika terjun langsung melayani masyarakat,” pesannya.
Bekal Penting Bidan Profesional

Pada kesempatan yang sama, Ketua PC IBI Sidoarjo, Sri Mei Winardiati SST Bd, mengingatkan para bidan yang baru disumpah untuk segera mengurus Kartu Tanda Anggota (KTA) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) sesuai domisili masing-masing.
“Kami berharap seluruh bidan yang telah disumpah segera mengurus KTA IBI sebagai identitas profesi sekaligus bagian dari legalitas dalam menjalankan praktik kebidanan,” ujarnya.
KTA IBI memiliki peran penting bagi seorang bidan, mulai dari syarat pengurusan Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik Bidan (SIPB), akses pengembangan kompetensi melalui pelatihan dan seminar, hingga perlindungan hukum selama menjalankan profesi.
Selain itu, keberadaan KTA juga mendukung pemantauan mutu layanan kesehatan oleh organisasi profesi dan pemerintah.
Melalui pelantikan ini, Umsida kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak bidan profesional yang kompeten, beretika, dan siap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Indonesia.(Elfirarm)


























