Kebidanan.umsida.ac.id- Nathasya Saskia Khirani, mahasiswa Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKP Umsida).
Berhasil meraih Juara 1 kategori Esai Ilmiah dalam Kompetisi Ilmiah Nasional Kebidanan Tingkat Dosen dan Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah se-Indonesia 2026 (22/07/26).
Dalam kompetisi tersebut, Nathasya mengangkat tema kesehatan reproduksi dan pencegahan kekerasan berbasis gender. Prestasi ini menjadi pengalaman membanggakan sekaligus memotivasinya untuk terus mengembangkan kemampuan dalam menulis karya ilmiah.
Ia menyampaikan bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari doa dan dukungan kedua orang tua, keluarga, serta dosen Program Studi Kebidanan Umsida.
Baca Juga: Anggie Erianti Raih Juara 2 Poster Ilmiah Nasional, Angkat Pentingnya Respectful Maternity Care
Secara khusus, ia mengucapkan terima kasih kepada Kaprodi Kebidanan Umsida, Siti Cholifah SST MKeb, yang terus memberikan arahan, motivasi, dan kepercayaan agar dirinya berani mengambil setiap kesempatan.
Soroti Kesehatan Reproduksi dan Kekerasan Berbasis Gender

Nathasya memilih tema kesehatan reproduksi karena persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi biologis seseorang. Menurutnya, kesehatan reproduksi juga mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang berpengaruh terhadap kualitas generasi bangsa.
Namun, hingga kini masih banyak remaja yang belum memperoleh edukasi kesehatan reproduksi secara benar.
Di sisi lain, kasus kekerasan seksual dan pernikahan anak masih terjadi, bahkan sering tidak terungkap akibat minimnya pengetahuan, rasa takut, dan stigma masyarakat.
Sebagai mahasiswa kebidanan, Nathasya merasa isu tersebut perlu terus disuarakan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan remaja.
Cek Juga: Mahasiswi Kebidanan Umsida Raih Juara 2 UPSCC
“Saya melihat persoalan ini bukan lagi sekadar masalah individu, tetapi persoalan sosial. Remaja perlu memperoleh informasi yang benar agar mampu mengenali hak atas tubuhnya dan melindungi diri dari berbagai risiko,” jelasnya.
SAFE-GEN Hadirkan Edukasi Digital untuk Remaja

Melalui esainya, Nathasya menawarkan gagasan bernama SAFE-GEN, yaitu model edukasi kesehatan reproduksi berbasis platform digital. Konsep tersebut dirancang agar proses edukasi menjadi lebih adaptif, interaktif, dan mudah diterima oleh remaja.
SAFE-GEN tidak hanya berisi informasi mengenai kesehatan reproduksi.
Platform ini juga diarahkan untuk membangun kesadaran, kemampuan mengambil keputusan, serta keberanian remaja dalam mengenali, mencegah, dan melaporkan kekerasan seksual maupun risiko pernikahan anak.
Menurut Nathasya, pencegahan perlu dimulai dari peningkatan literasi, bukan hanya dilakukan ketika permasalahan sudah terjadi.
Pengetahuan yang benar akan membantu remaja memahami batasan, menjaga keselamatan diri, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Ia mengaku menikmati proses penyusunan esai karena topik tersebut sangat dekat dengan bidang kebidanan yang sedang dipelajarinya.
Karena itu, proses penulisan tidak dirasakan sebagai hambatan besar, tetapi sebagai kesempatan untuk menuangkan kepedulian melalui karya ilmiah.
Berharap Karya Ilmiah Menjadi Pemantik Perubahan
Nathasya berharap SAFE-GEN tidak berhenti sebagai gagasan dalam perlombaan. Ia ingin karya tersebut menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk mengembangkan edukasi kesehatan reproduksi yang aman, mudah dipahami, dan sesuai dengan karakter remaja.
“Ketika edukasi diberikan sejak dini dengan pendekatan yang tepat, kita tidak hanya mencegah kekerasan seksual dan pernikahan anak. Kita juga sedang membangun generasi yang lebih berdaya, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan,” tuturnya.
Ia berharap langkah kecil melalui esai ilmiah tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman, sehat, dan mendukung tumbuhnya generasi Indonesia yang berkualitas.(Elfirarm)


























