Kebidanan.umsida.ac.id – Vaksinasi menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan bayi sejak usia dini.
Dosen Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida), Hesty Widowati SKeb Bd MKeb, menegaskan bahwa imunisasi tidak boleh dianggap sepele karena berperan besar dalam melindungi bayi dari berbagai penyakit berbahaya.
Menurutnya, sistem kekebalan tubuh bayi yang baru lahir masih belum berkembang sempurna.
“Sistem imun bayi itu masih ‘polos’, belum mengenal virus atau bakteri berbahaya. Vaksin membantu melatih imun bayi untuk mengenali dan melawan penyakit,” jelasnya.
Vaksin bekerja dengan cara memperkenalkan virus atau bakteri yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh, sehingga saat bayi terpapar penyakit asli, tubuhnya sudah siap melawan.
Lihat Juga: Playground Bukan Tempat Bayi 1 Bulan, Ini Peringatan Pakar Umsida
Tanpa vaksinasi, risiko terkena penyakit serius seperti campak, polio, difteri, hingga hepatitis B bisa meningkat, bahkan berpotensi menyebabkan kecacatan atau kematian.
Efektivitas Vaksin dalam Mencegah Penyakit Berbahaya
Dari sisi efektivitas, vaksin telah terbukti mampu menekan angka penyebaran penyakit secara signifikan. Hesty menjelaskan dengan contoh sederhana agar mudah dipahami.
“Kalau ada 100 bayi tidak divaksin lalu terkena virus campak, sekitar 90 bisa tertular. Tapi jika sudah divaksin, mungkin hanya 3 anak yang terinfeksi. Artinya efektivitasnya bisa mencapai 97 persen,” ujarnya.
Baca Juga: Pentingnya Edukasi Gizi pada Ibu untuk Menunjang Tumbuh Kembang Anak
Meski tidak memberikan perlindungan 100 persen, vaksin tetap memberikan manfaat besar. Jika bayi yang sudah divaksin tetap terinfeksi, gejala yang muncul biasanya jauh lebih ringan dan jarang menimbulkan komplikasi serius.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan program vaksinasi sudah terlihat secara nyata.
“Sejak adanya vaksin, kasus polio di Indonesia sudah nol dan kasus difteri menurun drastis. Ini bukti bahwa vaksin menyelamatkan banyak nyawa,” tambahnya.
Tanggapi Mitos dan Efek Samping Vaksin dengan Bijak

Di tengah maraknya informasi di media sosial, masih banyak orang tua yang ragu terhadap vaksinasi. Hesty menilai kekhawatiran tersebut wajar, namun perlu diluruskan dengan informasi yang benar.
“Dari sisi medis, anggapan bahwa vaksin tidak baik itu keliru. Vaksin sudah melalui uji klinis bertahun-tahun dan diawasi ketat oleh BPOM serta WHO,” tegasnya.
Cek Selengkapnya: Posyandu Bukan Sekadar Imunisasi, Temukan Manfaat Besarnya!
Ia juga menjelaskan bahwa efek samping vaksin umumnya ringan dan justru menjadi tanda bahwa sistem imun bayi sedang bekerja.
“Efek seperti demam ringan, rewel, atau bengkak di area suntikan itu normal dan akan hilang sendiri,” jelasnya.
Namun, orang tua tetap perlu waspada jika muncul gejala berat seperti demam tinggi atau kejang, meskipun kasus tersebut sangat jarang terjadi.
Untuk menghindari informasi hoaks, Hesty menyarankan orang tua menggunakan prinsip sederhana.
“Cek sumbernya, cek logikanya, dan konfirmasi ke tenaga kesehatan. Jangan mudah percaya informasi yang tidak jelas asalnya,” pesannya.
Melalui pemahaman yang tepat, diharapkan orang tua semakin yakin bahwa vaksinasi adalah langkah penting untuk melindungi masa depan kesehatan anak.(Elfirarm)
Sumber: Hesty Widowati SKeb Bd MKeb.


























