Sharing Session 2: Mahasiswa S1 Kebidanan Mengenal Program SIAPA PEKA Untuk Menurunkan Kasus Perkawinan Anak

Program studi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menyelenggarakan kegiatan Sharing Session dengan tema “Asuhan Kebidanan pada Perempuan dan Anak dengan Kondisi Rentan, yang dilakukan 2 kali yakni Session 1 dan 2. Sharing Session 1 telah dilakukan pada hari Rabu (5/6/2024) yang menghadirkan Narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Ibu Shinta Mawardiana, SE., MA. membahas penerapan program LAPOR PAK (Layanan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan).

Pada Sharing Session 2 yang diselenggarakan hari ini, Selasa (11/6/2024) di Aula Mas Mansyur GKB 2 Lt. 7 Kampus 1 UMSIDA menghadirkan Narasumber Ibu Siti Cholisoh, SE., M.A.K. yang juga dari instansi Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindunangan Anak dan Kependudukan (DP3AK) sebagai Kepala Bidang PPKB Provinsi Jatim.

Siti Cholifah, SST., M.Keb selaku Kaprodi S1 Kebidanan UMSIDA,  dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini penting bagi mahasiswa kebidanan sebagai kegiatan yang memiliki Keterkaitan pembelajaran sebagai seorang yang nantinya menjadi bidan. Mengenai status kesehatan tentang kondisi Perempuan dan anak yang menjadi sasaran bidan, dan merupakan program unggulan dari kinerja bidan. “Melihat keadaan sampai sekarang mengenai masalah sosoial ekonomi yang rendah, pernikahan dini,yang menjadi sebab kondisi marak yang penyebab stuntig yang tinggi di Indonesia, dimana kondisi tersebut berhubungan dengan Kecerdasan, Kesehatan yang mempengaruhi kondisi kualitas SDM kedepannya.” kata bu Siti

Dalam kegiatan Sharing Session ini Kaprodi S1 Kebidanan mengharapkan kegiatan ini dapat menjadi suatu data dan evaluasi langsung dari lapangan sebagai acuan dari materi-materi kebidanan yang ada di prodi seperti Asuhan kehamilan, persalinan, KB dan mungkin nantinya bisa diterapkan dalam program skripsi oleh mahasiswa.

Pada Sharing Session 2 kali ini membahas topik tentang Penguatan Pelayanan Kesehatan Terhadap Perempuan dan Anak. Dalam materi yang disampaikan narasumber mahasiswa diperkenalkan pada program unggulan dalam penguatan pelayanan Kesehatan terhadap anak dan Perempuan yang mencakup (Pernikahan Dini, Stunting dan Kemiskinan Ekstrim). “Penguatan Pelayanan Kesehatan perlu dilakukan dengan cara pendampingan yang berkelanjutan agar dapat mengurangi resiko terhadap kasus-kasus yang dapat terjadi (mulai dari catin sampai dengan masa nifas)” tutur ibu Siti.

Dalam penyampaian materinya ibu Siti Cholisoh menyampaikan berbagai data tentang kondisi-kondisi pada Perempuan dan anak (AKI, AKB, Anemia pada ibu hamil, KEK, Stunting, Perkawinan Anak) di Jawa Timur. Upaya yang dilakukan oleh DP3AK Provinsi Jawa Timur, mulai Evaluasi dan Sinkronisasi Orientasi Kesehatan Reproduksi Remaja bagi Pengasuh pondok pesantren di KAB/Kota. Peningkatan Kapasitas Pengelola dan Pelaksana Pusat Informasi Konseling Remaja dalam Pencegahan Perkawinan Anak. Pelaksanaan Fasilitasi, Pembimbingan, Pengembangan, dan Pengasuhan dan Penguatan Penyiapan Pengasuhan 1000 HPK dan Pemberian Bantuan Spesifik dalam Rangka Pencegahan Stunting, rembuk stunting TPPS provinsi jawa timur serta kolaborasi bersama sebagai upaya global dan local untuk mengatasi perkawinan anak.

Pada upaya terbaru oleh DP3AK Provinsi Jawa Timur membuat “SIAPA PEKA” Sistem Informasi Digital Pencegahan Perkawinan Anak yang bisa di buka di laman https://opendata.jatimprov.go.id. Program ini  bertujuan sebagai salah satu upaya percepatan penurunan kasus perkawinan anak di Jawa Timur berbasis pendekatan open data. Dalam melakukan upaya-upaya tersebut diperlukannya kerjasama dengan bidang-bidang lain. Ibu Siti Cholisoh juga mengajak mahasiswa kebidanan untuk ikut serta dalam melakukan upaya untuk Penguatan Pelayanan Kesehatan Terhadap Perempuan dan Anak, yang bisa dilakukan dengan magang mahasiswa dan kegiatan lain.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa focus memperhatikan dan aktif bertanya saat sesi diskusi. Dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa langsung terjawab oleh narasumber.