Kebidanan.umsida.ac.id – Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali melaksanakan pemeriksaan tumbuh kembang anak di TK ABA Candi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kerja sama
sekaligus pembelajaran lapangan bagi mahasiswa semester 5
pada Mata Kuliah Asuhan Kebidanan pada Balita dan Anak Pra Sekolah.
Dosen Kebidanan FIKP Umsida, Hesty Widowati SKeb Bd MKeb,
menjelaskan bahwa kegiatan tersebut telah berjalan secara rutin selama 3 tahun.
Selain memenuhi permintaan pihak sekolah untuk memfasilitasi pemeriksaan siswa, kegiatan ini memberi kesempatan mahasiswa menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh di kelas.
Baca Juga: Mahasiswa Kebidanan Umsida Praktik Deteksi Dini Perkembangan Balita di TK ABA 1 Candi
Mahasiswa Kebidanan Umsida Belajar Memantau Tumbuh Kembang Anak

Menurut Hesty, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh melalui beberapa tahapan.
Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai cara mencuci tangan yang benar kepada anak-anak.
Edukasi diberikan dengan pendekatan sederhana agar mudah dipahami dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah itu, mahasiswa melakukan pengukuran berat badan (BB) dan tinggi badan (TB).
Cek Juga: Mahasiswa Kebidanan Umsida Perkuat Kompetensi di RS Kemenkes Surabaya
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan pemantauan perkembangan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) yang disesuaikan dengan usia masing-masing anak.
Selain KPSP, tim Kebidanan Umsida juga melakukan Tes Daya Dengar (TDD).
Rangkaian pemeriksaan tersebut membantu memberikan gambaran mengenai kondisi pertumbuhan dan perkembangan siswa sekaligus menjadi pengalaman praktik bagi mahasiswa.
“Field trip di TK ABA ini sudah kami lakukan selama tiga tahun sebagai pembelajaran mahasiswa semester 5. Mahasiswa dapat belajar secara langsung melakukan pemeriksaan tumbuh kembang pada balita dan anak prasekolah,” jelas Hesty.
Hasil Pemeriksaan Jadi Perhatian Bersama Sekolah dan Orang Tua
Dari pemeriksaan yang dilakukan, terdapat beberapa siswa yang membutuhkan perhatian lebih karena hasil skrining menunjukkan kategori penyimpangan.
Pihak sekolah sebelumnya juga telah menyampaikan bahwa terdapat beberapa anak berkebutuhan khusus (ABK) yang sudah menjalani terapi secara rutin.
Sementara itu, untuk anak dengan hasil pemeriksaan dalam kategori meragukan, tim memberikan rekomendasi agar anak mendapatkan stimulasi lebih sering dan sesuai kebutuhannya.
“Untuk anak yang masuk kategori meragukan, kami merekomendasikan agar lebih sering diberikan stimulasi dan dilakukan pemeriksaan ulang dua minggu kemudian,” ungkapnya.
Langkah tersebut penting agar perkembangan anak dapat terus dipantau dan apabila terdapat kondisi yang membutuhkan perhatian, tindak lanjut bisa dilakukan lebih awal.
Anak Antusias, Orang Tua Diingatkan Rutin Pantau Perkembangan

Pelaksanaan pemeriksaan mendapat sambutan positif dari pihak TK ABA Candi.
Guru menerima kehadiran tim Kebidanan Umsida dengan terbuka, sedangkan anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Bagi Hesty, salah satu momen paling berkesan adalah ketika anak-anak dapat dengan cepat membangun kedekatan dengan mahasiswa.
Suasana pemeriksaan pun terasa lebih menyenangkan karena mahasiswa dapat berinteraksi sekaligus bermain bersama mereka.
Ia mengingatkan bahwa pemantauan tumbuh kembang tidak hanya dilakukan ketika anak menunjukkan masalah tertentu.
Peran aktif orang tua dalam memberikan perhatian, kasih sayang, dan stimulasi sesuai usia menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan anak.
“Orang tua perlu selalu memberikan kasih sayang, perhatian, dan stimulasi yang tepat sesuai usia agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Panduannya juga bisa dipelajari melalui Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA),” tutup Hesty diakhir wawancara.(Elfirarm)


























