Kebidanan.umsida.ac.id – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) gelar kegiatan cek kesehatan gratis di kawasan Car Free Day (CFD) Alun-alun Sidoarjo.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat.
Baca Juga: Mahasiswa Kebidanan Umsida Adakan Field Trip ke RS Kemenkes Surabaya
Tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan.
Ketua HIMA Kebidanan Umsida, Faiza Zulfa, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan.
Membawa Layanan Kesehatan Lebih Dekat dengan Masyarakat

Menurut Faiza, pelaksanaan cek kesehatan gratis di kawasan Car Free Day dipilih karena menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan.
Melalui kegiatan ini, HIMA Kebidanan ingin memberikan akses pemeriksaan kesehatan sederhana yang mudah dijangkau sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
“Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kami kepada masyarakat. Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui pemeriksaan sederhana yang mudah diakses.” jelas Faiza.
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek kadar gula darah, kolesterol, serta asam urat.
Seluruh rangkaian pelayanan dimulai dari proses pendaftaran peserta, dilanjutkan pemeriksaan kesehatan oleh mahasiswa HIMA Kebidanan.
Kemudian penyampaian hasil pemeriksaan beserta edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan pendampingan langsung dari dosen sehingga seluruh proses pemeriksaan dapat berjalan sesuai prosedur dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Mahasiswa Asah Keterampilan dan Komunikasi di Lapangan

Bagi mahasiswa Kebidanan Umsida, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena mereka terlibat secara aktif dalam setiap tahapan pelayanan kesehatan.
Mulai dari persiapan kegiatan, pemeriksaan kesehatan, pencatatan hasil, hingga memberikan edukasi kepada masyarakat dilakukan secara langsung oleh mahasiswa.
Menurut Faiza, pengalaman tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat, meningkatkan keterampilan pemeriksaan kesehatan dasar, sekaligus memberikan pelayanan yang ramah, profesional, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pengalaman turun langsung ke lapangan juga membantu mahasiswa memahami bahwa seorang tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan klinis, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik agar masyarakat merasa nyaman saat menerima pelayanan.
Antusiasme Warga Jadi Motivasi Menghadirkan Program Berkelanjutan

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi.
Banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus berkonsultasi mengenai kondisi kesehatannya.
Tidak sedikit peserta yang mengaku terbantu karena dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa dipungut biaya.
Bagi Faiza, salah satu momen yang paling berkesan adalah tingginya minat masyarakat terhadap edukasi kesehatan yang diberikan mahasiswa.
Apresiasi dari warga menjadi bukti bahwa kegiatan seperti ini benar-benar dibutuhkan dan mampu memberikan manfaat nyata.
“Kami sangat bersyukur karena masyarakat memberikan respons yang positif. Mereka tidak hanya datang untuk memeriksakan kesehatan, tetapi juga antusias mengikuti edukasi yang kami berikan. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat,” tuturnya.(Elfirarm)


























