Kebidanan.umsida.ac.id – Program Studi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali melaksanakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE).
Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium OSCE Center, Gedung Laboratorium Fakultas Kedokteran Umsida, Kamis(27/08/26).
Sebanyak 19 mahasiswa Program Studi Profesi Bidan mengikuti ujian praktik tersebut.
OSCE dirancang untuk mengukur sejauh mana kesiapan mahasiswa sebelum memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Berbeda dengan ujian teori, OSCE menilai berbagai aspek secara menyeluruh.
Baca Juga: Latih Kompetensi Klinis, FIKES Umsida Gelar OSCE untuk Mahasiswa S1 Kebidanan
Keterampilan klinis, kemampuan komunikasi dengan pasien, ketepatan mengambil keputusan,
hingga sikap profesional dalam menghadapi situasi pelayanan kesehatan.
Melalui metode ini, mahasiswa diuji dalam kondisi yang menyerupai praktik kebidanan sebenarnya.
Delapan Stase Ujian Mengukur Kemampuan Klinis Mahasiswa

Dalam pelaksanaannya, OSCE Profesi Bidan Umsida terdiri atas 10 stase yang harus dilalui mahasiswa.
Dari jumlah tersebut, delapan stase digunakan sebagai area pengujian kompetensi, sedangkan dua stase lainnya menjadi waktu istirahat bagi peserta.
Dosen Kebidanan Umsida, Dr Nurul Azizah SKeb Bd MSc, menjelaskan bahwa setiap stase memiliki skenario klinis berbeda yang bertujuan mengukur kemampuan mahasiswa dalam memberikan asuhan kebidanan sesuai standar.
Adapun rangkaian stase yang dijalani mahasiswa meliputi Stase Pra Konsepsi, Kehamilan, Kehamilan Kegawatdaruratan, Persalinan, Persalinan Kegawatdaruratan, Nifas, Bayi Baru Lahir (BBL) dan Balita, serta Keluarga Berencana (KB).
Sementara Stase 5 dan Stase 10 digunakan sebagai sesi istirahat.
Melalui berbagai skenario tersebut, mahasiswa dituntut tidak hanya memahami prosedur tindakan, tetapi juga mampu melakukan komunikasi efektif.
Membangun hubungan dengan pasien, serta menentukan langkah pelayanan yang tepat berdasarkan kondisi klinis.
Setiap tahapan memberikan gambaran mengenai kesiapan mahasiswa dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin ditemui ketika menjadi tenaga bidan profesional.
Testimoni Pasien Standar

Sebelum pelaksanaan ujian dimulai, mahasiswa mendapatkan pengarahan mengenai mekanisme, alur kegiatan, serta aspek penilaian dalam OSCE.
Pengarahan ini bertujuan agar seluruh peserta memahami prosedur yang harus dilakukan selama menjalani setiap stase.
Dalam kegiatan tersebut, OSCE juga melibatkan pasien standar yang berperan sesuai dengan skenario klinis yang telah disiapkan.
Kehadiran pasien standar membantu mahasiswa merasakan pengalaman interaksi yang lebih nyata seperti ketika memberikan pelayanan kepada pasien sebenarnya.
Fiqalysandra, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Umsida semester 7 yang terlibat sebagai pasien standar pada Stase Pra Konsepsi, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.
“Menjadi pasien OSCE untuk pertama kalinya merupakan pengalaman yang cukup baru dan menarik.
Awalnya saya merasa sedikit canggung karena belum pernah mengikuti kegiatan seperti ini, tetapi setelah dijalani saya merasa senang karena bisa membantu proses belajar mahasiswa,” ungkap Fiqa.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pemahaman bahwa tenaga kesehatan tidak hanya membutuhkan kemampuan teori dan praktik, tetapi juga keterampilan komunikasi yang baik.
Cek Juga: Kebidanan Umsida Dampingi Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak di TK ABA Candi
Ia melihat bagaimana mahasiswa kebidanan menjelaskan setiap tindakan sebelum melakukan pemeriksaan, sehingga pasien merasa lebih nyaman dan memahami proses pelayanan yang diberikan.
Sementara itu, Azizah berharap pelaksanaan OSCE dapat menjadi evaluasi yang objektif dan terstandar dalam mengukur kompetensi mahasiswa profesi kebidanan.
“Harapannya, pelaksanaan OSCE dapat menjadi evaluasi yang objektif dan terstandar untuk menilai kompetensi mahasiswa, sekaligus menjadi bahan refleksi dan perbaikan pembelajaran agar menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap memberikan pelayanan kebidanan yang berkualitas,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Prodi Kebidanan Umsida berupaya memastikan setiap lulusan memiliki kemampuan klinis, komunikasi, dan profesionalisme yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.(Elfirarm)


























