Mahasiswa Kebidanan Umsida Perkuat Kompetensi di RS Kemenkes Surabaya

kebidanan.umsida.ac.id – Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengikuti kegiatan field trip ke RS Kemenkes Surabaya pada Senin (29/06/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk memperluas pengalaman mahasiswa dalam memahami pelayanan kesehatan berbasis teknologi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan melihat langsung penerapan teknologi digital dan bioteknologi di rumah sakit rujukan nasional.

Pengalaman tersebut melengkapi teori yang telah dipelajari di kelas serta praktik klinik yang sebelumnya dijalani di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Melihat Penerapan Teknologi Kesehatan Secara Nyata

Dosen Kebidanan Umsida, Putri Ancila Citra Prasetya SKeb Bd, menjelaskan bahwa field trip ini bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai transformasi teknologi yang saat ini berkembang dalam pelayanan kesehatan.

Menurutnya, calon bidan perlu memahami bahwa penggunaan teknologi tidak hanya membantu mempercepat proses pelayanan, tetapi juga mendukung ketepatan pemeriksaan dan keselamatan pasien.

“Field trip ke RS Kemenkes Surabaya dirancang untuk membekali mahasiswa dengan wawasan mengenai penerapan teknologi kesehatan secara menyeluruh, baik teknologi digital maupun bioteknologi,” ungkap Citra.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa perlu melihat secara langsung cara teknologi diterapkan dalam pelayanan agar memiliki pemahaman yang lebih utuh, bukan hanya berdasarkan teori.

“Mahasiswa dapat menyaksikan bagaimana teknologi digunakan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus mendukung pengambilan keputusan klinis,” lanjutnya.

Mengenal USG dan CTG di Rumah Sakit Rujukan

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pemaparan profil RS Kemenkes Surabaya. Setelah itu, mahasiswa dibagi menjadi tiga kelompok agar dapat mengikuti seluruh sesi secara bergantian dan lebih terarah.

Pada sesi hospital visit, peserta diajak mengenal berbagai fasilitas dan sistem pelayanan rumah sakit. Mahasiswa kemudian menyaksikan demonstrasi pemeriksaan kebidanan menggunakan ultrasonografi atau USG yang dipandu oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi.

Selain itu, mahasiswa juga melihat penggunaan Cardiotocography atau CTG, yang dikenal pula sebagai Non-Stress Test atau NST. Alat tersebut diperagakan oleh bidan di ruang bersalin untuk menunjukkan bagaimana kondisi janin dan kontraksi rahim dapat dipantau secara lebih akurat.

Kegiatan berlangsung interaktif. Mahasiswa aktif bertanya mengenai prosedur pemeriksaan, fungsi alat, serta penerapannya dalam pelayanan kebidanan sehari-hari.

Bekal Menjadi Bidan yang Adaptif

Citra menjelaskan bahwa RS Kemenkes Surabaya dipilih karena merupakan rumah sakit tipe A dan fasilitas rujukan tingkat lanjut dengan layanan spesialis serta subspesialis yang lebih kompleks.

Sebelum mengikuti field trip, mahasiswa semester 8 telah memperoleh pengalaman praktik di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti praktik mandiri bidan dan klinik, serta beberapa rumah sakit. Kunjungan ke rumah sakit tipe A memberikan gambaran yang lebih luas mengenai sistem rujukan dalam pelayanan kesehatan.

“Kami ingin mahasiswa memiliki pengalaman yang lengkap, mulai dari pelayanan kesehatan primer hingga rumah sakit rujukan tingkat lanjut. Bekal ini penting agar mereka lebih siap menghadapi dunia kerja,” jelas Citra.

Melalui kegiatan tersebut, Prodi Kebidanan Umsida berharap mahasiswa semakin memahami perkembangan teknologi kesehatan.

Dan tumbuh menjadi calon bidan yang kompeten, profesional, dan berorientasi pada keselamatan ibu dan bayi.(Elfirarm)

Bertita Terkini

Pelantikan Bidan Umsida 2026, 10 Lulusan Resmi Sandang Gelar Bidan Profesional
June 15, 2026By
Kupas Tuntas Baby Blues hingga Depresi Saat SPINA 2026
May 4, 2026By
Latih Kompetensi Klinis, FIKES Umsida Gelar OSCE untuk Mahasiswa S1 Kebidanan
February 1, 2026By
Ketua IBI Jatim Tekankan Etika Profesi pada Sumpah Profesi FIKES Umsida
December 18, 2025By
Umsida Bekali Mahasiswa Kebidanan dengan Praktik Pemeriksaan EKG di Rumah Sakit
November 23, 2025By
pembekalan
Siapkan Mahasiswa Profesi Bidan dengan Pembekalan Intensif dan Hybrid Learning
September 29, 2025By
kader posyandu
Kolaborasi ITS dan Umsida Perkuat Peran Kader Posyandu sebagai Garda Terdepan Kesehatan Anak
September 25, 2025By
nyeri postpartum
Manajemen Nyeri Postpartum Lebih Efektif Berkat Health Science Seminar Fikes Umsida
August 30, 2025By

Prestasi

Mahasiswi Kebidanan Umsida Raih Juara 2 UPSCC
March 16, 2026By
Firna Mahasiswa Kebidanan Umsida, Sabet Juara 2 Taekwondo KBPP POLRI Jatim Cup 3
February 23, 2026By
Mahasiswa Kebidanan Umsida Raih Juara 2 Taekwondo KBPP POLRI Jatim Cup 3
February 16, 2026By
Aktif Organisasi dan Bekerja, Naziyah Cahya Pratiwi Ini Jadi Lulusan Terbaik
February 9, 2026By
Yuyun Rahma Putri, Ibu Muda yang Menjadi Lulusan Terbaik Profesi Kebidanan Umsida
January 23, 2026By
Cerita di Balik Prestasi Nela Akhmalia, Lulusan Terbaik Kebidanan Umsida
January 12, 2026By
Inovasi Mannequin Akupresur Kebidanan Umsida Menjadi Sorotan di KILab 2025
December 9, 2025By
peneliti
Dua Dosen Kebidanan Umsida Raih Nominasi Peneliti Terbaik Hibah Internal 2024–2025
September 19, 2025By

Riset dan Inovasi

Perawatan Herbal Bisa Jadi Alternatif Atasi Jerawat
June 29, 2026By
Kram Kaki pada Trimester III, Keluhan Normal atau Tanda Gangguan Sirkulasi?
June 22, 2026By
Riset Kebidanan Umsida Ungkap Sering Nyeri Haid,Bisa Jadi karena Anemia
June 8, 2026By
Riset Dosen Kebidanan Umsida Ungkap Peran Usia dalam Keberhasilan Laktasi
June 1, 2026By
Pendidikan Ibu Jadi Faktor Penting dalam Mencegah Stunting pada Anak
May 18, 2026By
Faktor yang Mempengaruhi Kehamilan, Ternyata Bukan Cuma Soal Fisik
April 13, 2026By
Riset Umsida Ungkap Dampak Psikologis Beban Ibu Saat Anak Mengidap TB
March 30, 2026By
Perawatan Luka Persalinan Secara Herbal: Riset Ungkap Manfaat Daun Binahong
March 9, 2026By