Evaluasi OSCE Jadi Langkah Nyata Fikes Umsida dalam Menjamin Mutu Lulusan Kebidanan

Fikes.Umsida.ac.id – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Fikes Umsida) terus memperkuat mutu pendidikan dengan menerapkan evaluasi klinis berbasis OSCE untuk mahasiswa profesi kebidanan. Dengan skema pengujian yang sistematis dan rubrik penilaian yang terstandar, OSCE menjadi bukti nyata keseriusan Fikes Umsida dalam mencetak bidan profesional yang kompeten dan terpercaya.

Baca Juga: Edukasi Kesehatan Remaja Pondok An Nur oleh Fikes Umsida, Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat

Ujian OSCE Disusun Terstruktur untuk Uji Kompetensi Profesional Mahasiswa
OSCE
Sumber : Fikes Umsida

Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan salah satu metode evaluasi berbasis praktik klinik yang diterapkan secara sistematis untuk menguji kesiapan mahasiswa kebidanan sebelum benar-benar terjun ke lapangan sebagai tenaga profesional.

Di Fikes Umsida, ujian OSCE dilaksanakan secara ketat sesuai standar kebidanan, dengan total 10 station atau stase yang harus dilalui oleh mahasiswa secara bergiliran.

Dari 10 stase tersebut, delapan digunakan untuk ujian praktik dengan penguji, dan dua sisanya digunakan untuk istirahat. Setiap peserta menghadapi urutan stase yang sama agar proses penilaian berlangsung adil dan merata.

Stase tersebut meliputi berbagai tahapan penting dalam pelayanan kebidanan, seperti masa antara kehamilan dan persalinan (Stase 1), hamil normal (Stase 2), hamil patologi (Stase 3), persalinan normal (Stase 4), persalinan patologi (Stase 6), masa nifas (Stase 7), kasus bayi (Stase 8), serta pelayanan Keluarga Berencana atau KB (Stase 9).

Di setiap stase, mahasiswa harus menyelesaikan empat komponen penting, yaitu anamnesis atau penggalian informasi melalui komunikasi langsung dengan pasien, pemberian KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) atau bimbingan konseling, pelaksanaan tindakan klinis sesuai prosedur, dan menunjukkan perilaku profesional.

Sikap profesional ini termasuk mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak, menjaga etika komunikasi, serta memastikan keselamatan pasien.

OSCE sebagai Evaluasi Objektif dan Tantangan Mahasiswa dalam Pelaksanaan

Setiap mahasiswa diberikan waktu total 10 menit di setiap station, 1 menit membaca soal, 8 menit untuk mengerjakan tindakan, dan 1 menit perpindahan ke station berikutnya. Seluruh soal dan rubrik penilaian telah disusun secara terstandar dan disepakati oleh tim dosen kebidanan Umsida.

Sebelum hari pelaksanaan, semua dosen penguji turut melakukan review dan evaluasi ulang terhadap soal agar valid dan sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.

OSCE kali ini diikuti oleh sepuluh mahasiswa profesi kebidanan dalam satu sesi, dan seluruhnya melalui skenario ujian yang sama. Hal ini memungkinkan terciptanya penilaian yang adil dan konsisten karena setiap mahasiswa berada dalam alur ujian yang identik.

Namun, pelaksanaan OSCE bukan tanpa tantangan. Mahasiswa kerap mengalami kesulitan dalam memahami soal secara menyeluruh dan kurang fokus saat pelaksanaan tindakan. Beberapa di antaranya juga kurang mampu menyusun langkah kerja secara runtut sesuai prosedur.

Hal ini diperparah oleh kebiasaan mahasiswa yang lebih banyak berada di lapangan praktik, sehingga terkadang lupa teori yang telah dipelajari, atau menjumpai kasus di lapangan yang sedikit berbeda dengan buku teks.

“Tantangan mahasiswa bukan hanya soal mengingat teori, tapi bagaimana mereka mampu menyesuaikan antara teori dan realitas praktik di lapangan,” jelas Hesti Widowati, selaku koordinator Ujian OSCE.

Oleh karena itu, ujian OSCE menjadi sarana penting untuk menyelaraskan kembali pemahaman mahasiswa antara standar teori dan praktik yang terstruktur.

OSCE sebagai Evaluasi Berkelanjutan Menuju Lulusan Kebidanan Berkualitas

Dalam pelaksanaannya, ujian OSCE dirancang bukan hanya sebagai ujian, tetapi juga sebagai metode evaluasi yang berkelanjutan. Setiap angkatan akan mendapatkan modifikasi soal sesuai perkembangan ilmu kebidanan dan kebutuhan tenaga kesehatan.

Hal ini dilakukan agar materi yang diujikan tetap relevan dengan praktik nyata dan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan terkini.

Ke depan, meskipun saat ini ujian OSCE masih dilaksanakan secara lokal di Umsida, terdapat wacana penerapan OSCE secara nasional. Dengan pelaksanaan yang terstandar dan penilaian berbasis rubrik objektif, diharapkan OSCE dapat menjadi alat ukur yang valid dalam menentukan kelulusan mahasiswa dari sisi keterampilan praktik, bukan hanya pengetahuan teoritis.

Harapannya, OSCE menjadi metode evaluasi yang tidak hanya efektif, tetapi juga benar-benar mampu mengukur kompetensi mahasiswa kebidanan secara objektif dan menyeluruh. Dengan sistem seperti ini, Fikes Umsida berkomitmen mencetak lulusan kebidanan yang profesional, terampil, dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja.

Baca Juga: Olahraga Teratur Terbukti Efektif Mengurangi Dismenorea pada Remaja Putri

Penyelenggaraan Ujian OSCE di Prodi S1 dan Profesi Kebidanan Fikes Umsida membuktikan keseriusan institusi dalam menjamin kualitas pendidikan dan kesiapan lulusan. Dengan pendekatan evaluasi yang terstruktur dan berbasis kompetensi, mahasiswa tidak hanya diuji dari sisi kemampuan teknis, tetapi juga integritas profesional dan etika praktik. Ini menjadi bekal penting dalam mencetak bidan-bidan unggul yang siap mengabdi dengan ilmu, sikap, dan keterampilan yang terstandar.

Sumber : Hesti Widowati

Penulis : Novia

Bertita Terkini

Ketua IBI Jatim Tekankan Etika Profesi pada Sumpah Profesi FIKES Umsida
December 18, 2025By
Umsida Bekali Mahasiswa Kebidanan dengan Praktik Pemeriksaan EKG di Rumah Sakit
November 23, 2025By
pembekalan
Siapkan Mahasiswa Profesi Bidan dengan Pembekalan Intensif dan Hybrid Learning
September 29, 2025By
kader posyandu
Kolaborasi ITS dan Umsida Perkuat Peran Kader Posyandu sebagai Garda Terdepan Kesehatan Anak
September 25, 2025By
nyeri postpartum
Manajemen Nyeri Postpartum Lebih Efektif Berkat Health Science Seminar Fikes Umsida
August 30, 2025By
SNIFEST
Perspektif Digital dan Klinis di SNIFEST 2025, Tingkatkan Kolaborasi Multidisiplin untuk Mengatasi TBC
August 23, 2025By
CHS
FIKES CHS Umsida Perluas Akses Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Sidoarjo
August 16, 2025By
SAC
SAC FIKES Umsida di SMA An Nur Malang Buka Wawasan Remaja Soal Reproduksi dan Hidup Sehat
August 14, 2025By

Prestasi

Yuyun Rahma Putri, Ibu Muda yang Menjadi Lulusan Terbaik Profesi Kebidanan Umsida
January 23, 2026By
Cerita di Balik Prestasi Nela Akhmalia, Lulusan Terbaik Kebidanan Umsida
January 12, 2026By
Inovasi Mannequin Akupresur Kebidanan Umsida Menjadi Sorotan di KILab 2025
December 9, 2025By
peneliti
Dua Dosen Kebidanan Umsida Raih Nominasi Peneliti Terbaik Hibah Internal 2024–2025
September 19, 2025By
Mannequin acupressure
Inovasi Mannequin Acupressure LED dan Audio, Kebidanan Umsida Tembus Kilab 2025 Kemdikti Saintek
September 5, 2025By
Kespro
Kespro Disabilitas Jadi Sorotan, Mahasiswa Kebidanan Fikes Umsida Raih Juara 2 Lomba Poster Kesehatan PTMA se-Indonesia
May 7, 2025By
dok istimewah inovasi
Inovasi Laboran Umsida: Manekin Akupresur dengan Indikator LED Lolos Kilab 2024
November 15, 2024By
dok istimewah prestasi
Wisuda dengan Pencapaian Gemilang: Kisah Mahasiswi Kebidanan Umsida dalam Meraih Prestasi Nasional
October 29, 2024By

Riset dan Inovasi

kehamilan
Afirmasi Positif Bantu Cegah Preeklamsia pada Ibu Hamil
November 10, 2025By
TBC
Peran Strategis Bidan dalam Skrining Tuberkulosis (TBC): Mendeteksi Dini untuk Pencegahan yang Lebih Baik
November 4, 2025By
edukasi gizi
Pentingnya Edukasi Gizi pada Ibu untuk Menunjang Tumbuh Kembang Anak
October 12, 2025By
PRIMIGRAVIDA
Mengungkap Kerentanan Ibu Primigravida terhadap Emesis Gravidarum, Tantangan Awal Kehamilan yang Perlu Diwaspadai
October 6, 2025By
KOMBINASI MODISCO
Kombinasi Modisco dan Akupresur, Strategi Inovatif Fikes Umsida untuk Perbaikan Gizi Balita
September 17, 2025By
edukasi gizi
Mengatasi Hambatan dan Memaksimalkan Cues to Action dan Dukungan Posyandu Kunci Partisipasi Orang Tua yang Lebih Aktif
September 11, 2025By
Buah Naga
Prebiotik Buah Naga Menjaga Keseimbangan Mikrobiota Mulut Selama Masa Kehamilan
August 27, 2025By
Olahraga
Olahraga Teratur Terbukti Efektif Mengurangi Dismenorea pada Remaja Putri
July 31, 2025By