Riset Umsida Ungkap Dampak Psikologis Beban Ibu Saat Anak Mengidap TB

Kebidanan.umsida.ac.id – Tuberkulosis (TBC) selama ini dikenal sebagai penyakit fisik yang menyerang paru-paru. Namun, di balik diagnosis tersebut, ada dampak lain yang sering luput dari perhatian, yakni kondisi psikologis ibu dalam keluarga.

Ketika anak terdiagnosis TBC, ibu tidak hanya berperan sebagai perawat, tetapi juga menghadapi tekanan mental yang tidak ringan.

Dalam riset yang dilakukan oleh Dr Nurul Azizah SKeb Bd MSc dan Anggie Erianti, dosen dan mahasiswa Profesi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FIKES Umsida).

Baca Juga: Laboran Kebidanan Umsida Tunjukkan Inovasinya di Ajang Nasional KILab 2025

digambarkan kondisi seorang ibu yang mengalami kecemasan dan ketakutan setelah mengetahui anaknya mengidap TBC paru .

Kecemasan yang Datang Bersamaan dengan Diagnosis
Deteksi dini
Sumber : Pexels

Saat seorang ibu mengetahui anaknya sakit, terlebih penyakit menular seperti TBC, reaksi pertama yang muncul adalah kecemasan. Hal ini juga dialami oleh subjek penelitian, yang merasa takut terhadap kondisi kesehatan anaknya yang masih sangat kecil.

Kecemasan ini tidak muncul tanpa alasan. Proses pengobatan TBC yang panjang, yakni minimal enam bulan tanpa putus, menjadi salah satu sumber kekhawatiran utama.

Cek Juga: Riset Kebidanan Umsida Ungkap Manfaat Daun Binahong untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Infeksi

Ibu juga merasa takut jika anaknya mengalami efek samping obat atau kehilangan nafsu makan selama pengobatan.

“Kondisi psikologis ibu mengalami perubahan signifikan saat anak didiagnosis penyakit,” sebagaimana dijelaskan dalam penelitian tersebut.

Selain itu, informasi yang tidak sepenuhnya benar dari lingkungan sekitar juga memperparah kecemasan. Cerita tentang penderita TBC yang mengalami kondisi parah membuat ibu semakin takut akan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi pada anaknya.

Ketakutan dan Stigma Sosial yang Membayangi

Tidak hanya kecemasan, ibu juga menghadapi ketakutan yang berasal dari faktor eksternal, terutama stigma masyarakat. TBC yang dikenal sebagai penyakit menular sering kali memunculkan kekhawatiran akan penolakan sosial.

Dalam penelitian tersebut, ibu bahkan memilih untuk menyembunyikan kondisi anaknya dari lingkungan sekitar karena takut dijauhi oleh masyarakat maupun keluarga besar. Ia merasa khawatir bahwa penyakit tersebut akan mengubah cara orang lain memandang keluarganya.

Ketakutan ini menunjukkan bahwa dampak TBC tidak hanya berhenti pada pasien, tetapi juga merambat pada kondisi sosial dan psikologis keluarga. Stigma yang masih melekat di masyarakat menjadi beban tambahan yang harus dipikul oleh ibu.

Padahal, dukungan sosial justru menjadi salah satu faktor penting dalam proses penyembuhan.

Cek Selengkapnya: Perawatan Herbal Bisa Jadi Alternatif Atasi Jerawat

Dukungan Keluarga Jadi Kunci Ketenangan

Di tengah tekanan psikologis yang dialami, dukungan dari keluarga menjadi hal yang sangat berarti. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran suami dan keluarga inti mampu membantu ibu mengurangi kecemasan dan ketakutan yang dirasakan.

Selain itu, ibu juga melakukan berbagai upaya untuk menjaga kondisi mentalnya, seperti mengikuti anjuran dokter, bersabar, serta melakukan metode relaksasi spiritual. Metode ini membantu ibu merasa lebih tenang dan mampu menghadapi situasi dengan lebih baik.

“Dukungan keluarga terbukti membantu menurunkan tingkat kecemasan ibu,” sebagaimana dijelaskan dalam hasil penelitian.

Hal ini menegaskan bahwa penanganan TBC tidak hanya berfokus pada pasien, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi psikologis keluarga, terutama ibu sebagai pendamping utama.

Pada akhirnya, TBC bukan hanya persoalan medis. Ia juga menjadi ujian emosional bagi keluarga. Dengan dukungan yang tepat dan pemahaman yang baik, ibu dapat tetap kuat mendampingi anaknya menuju kesembuhan.

Sumber: Riset Dr Nurul Azizah SKeb Bd MSc &Tim

Penulis: Elfira Armilia

Bertita Terkini

Latih Kompetensi Klinis, FIKES Umsida Gelar OSCE untuk Mahasiswa S1 Kebidanan
February 1, 2026By
Ketua IBI Jatim Tekankan Etika Profesi pada Sumpah Profesi FIKES Umsida
December 18, 2025By
Umsida Bekali Mahasiswa Kebidanan dengan Praktik Pemeriksaan EKG di Rumah Sakit
November 23, 2025By
pembekalan
Siapkan Mahasiswa Profesi Bidan dengan Pembekalan Intensif dan Hybrid Learning
September 29, 2025By
kader posyandu
Kolaborasi ITS dan Umsida Perkuat Peran Kader Posyandu sebagai Garda Terdepan Kesehatan Anak
September 25, 2025By
nyeri postpartum
Manajemen Nyeri Postpartum Lebih Efektif Berkat Health Science Seminar Fikes Umsida
August 30, 2025By
SNIFEST
Perspektif Digital dan Klinis di SNIFEST 2025, Tingkatkan Kolaborasi Multidisiplin untuk Mengatasi TBC
August 23, 2025By
CHS
FIKES CHS Umsida Perluas Akses Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Sidoarjo
August 16, 2025By

Prestasi

Yuyun Rahma Putri, Ibu Muda yang Menjadi Lulusan Terbaik Profesi Kebidanan Umsida
January 23, 2026By
Cerita di Balik Prestasi Nela Akhmalia, Lulusan Terbaik Kebidanan Umsida
January 12, 2026By
Inovasi Mannequin Akupresur Kebidanan Umsida Menjadi Sorotan di KILab 2025
December 9, 2025By
peneliti
Dua Dosen Kebidanan Umsida Raih Nominasi Peneliti Terbaik Hibah Internal 2024–2025
September 19, 2025By
Mannequin acupressure
Inovasi Mannequin Acupressure LED dan Audio, Kebidanan Umsida Tembus Kilab 2025 Kemdikti Saintek
September 5, 2025By
Kespro
Kespro Disabilitas Jadi Sorotan, Mahasiswa Kebidanan Fikes Umsida Raih Juara 2 Lomba Poster Kesehatan PTMA se-Indonesia
May 7, 2025By
dok istimewah inovasi
Inovasi Laboran Umsida: Manekin Akupresur dengan Indikator LED Lolos Kilab 2024
November 15, 2024By
dok istimewah prestasi
Wisuda dengan Pencapaian Gemilang: Kisah Mahasiswi Kebidanan Umsida dalam Meraih Prestasi Nasional
October 29, 2024By

Riset dan Inovasi

Ibu Hamil Wajib Tahu, Ini Makanan yang Harus Dihindari di Trimester Awal
April 6, 2026By
Perawatan Herbal Bisa Jadi Alternatif Atasi Jerawat
March 16, 2026By
Perawatan Luka Persalinan Secara Herbal: Riset Ungkap Manfaat Daun Binahong
March 9, 2026By
Protein Kedelai Bisa Bantu Cegah Gangguan Pertumbuhan Janin, Ini Penjelasannya
March 2, 2026By
Kram Kaki pada Trimester III, Keluhan Normal atau Tanda Gangguan Sirkulasi?
February 23, 2026By
Riset Kebidanan Umsida Ungkap Sering Nyeri Haid,Bisa Jadi karena Anemia
February 16, 2026By
Riset Dosen Kebidanan Umsida Ungkap Peran Usia dalam Keberhasilan Laktasi
February 9, 2026By
kehamilan
Afirmasi Positif Bantu Cegah Preeklamsia pada Ibu Hamil
November 10, 2025By