Riset Kebidanan Umsida Ungkap Sering Nyeri Haid,Bisa Jadi karena Anemia

Kebidanan.umsida.ac.id – Nyeri haid sering dianggap hal biasa yang “pasti dialami” remaja putri setiap bulan.

Banyak yang memilih menahan sakit dengan kompres hangat atau obat pereda nyeri tanpa mencari tahu penyebabnya.

Dalam dunia medis, nyeri haid dikenal sebagai dismenorea, yakni rasa nyeri di perut bagian bawah yang muncul sebelum atau saat menstruasi akibat kontraksi otot rahim yang berlebihan.

Baca Juga: Riset Dosen Kebidanan Ungkap Dampak Psikologis Kehamilan Remaja di Lingkungan Sosial

Pada sebagian remaja, nyeri ini bisa ringan, tetapi pada yang lain dapat mengganggu aktivitas sekolah dan keseharian.

Riset yang dilakukan oleh mahasiswa Kebidanan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Adella Andi Melati.

Bersama dosen Sri Mukhodim Faridah Hanum SST MM MKes, menemukan adanya keterkaitan antara anemia dan kejadian dismenorea pada remaja.

Temuan ini membuka perspektif baru bahwa nyeri haid bukan sekadar persoalan hormon, tetapi juga dapat berkaitan dengan kondisi darah.

Apa Itu Dismenorea dan Mengapa Bisa Terjadi?

Secara sederhana, dismenorea adalah nyeri haid yang terjadi karena rahim berkontraksi untuk meluruhkan lapisan dindingnya.

Kontraksi ini dipicu oleh zat bernama prostaglandin. Jika produksinya berlebihan, kontraksi menjadi lebih kuat sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Cek Juga: Ketahui 5 Prospek Kerja Jurusan Kebidanan, Tak Hanya Jadi Bidan

Penelitian menunjukkan seluruh responden mengalami dismenorea, dengan sebagian besar berada pada kategori sedang hingga berat.

Hal ini menunjukkan bahwa nyeri haid merupakan masalah nyata pada remaja dan tidak bisa dianggap remeh.

Anemia dan Pasokan Oksigen ke Rahim

Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal.

Hemoglobin berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke jaringan rahim.

Dalam penelitian tersebut, remaja dengan kadar Hb di bawah 12 gr/dl lebih banyak mengalami dismenorea dibandingkan yang tidak anemia.

Ketika tubuh kekurangan hemoglobin, pasokan oksigen ke jaringan rahim menjadi tidak optimal.

Cek Selengkapnya: Pentingnya Asupan Zat Besi untuk Remaja Putri Hindari Anemia dan Dismenore

Kondisi ini dapat memicu hipoksia (kekurangan oksigen) yang membuat kontraksi rahim terasa lebih nyeri. Dengan kata lain, anemia dapat memperburuk sensasi nyeri saat menstruasi.

Pentingnya Deteksi Dini dan Edukasi Gizi
Sumber: Pexels

Temuan riset ini menegaskan bahwa pencegahan dismenorea tidak cukup hanya dengan mengonsumsi obat nyeri.

Pemeriksaan kadar hemoglobin secara berkala dan pemenuhan asupan zat besi menjadi langkah penting, terutama bagi remaja putri yang mengalami menstruasi setiap bulan.

Konsumsi makanan kaya zat besi seperti sayuran hijau, daging merah dan kacang-kacangan perlu ditingkatkan.

Selain itu, edukasi kesehatan reproduksi di sekolah dan keluarga harus diperkuat agar remaja memahami bahwa nyeri haid yang berat bukan kondisi yang harus diterima begitu saja.

Dismenorea memang umum terjadi, tetapi ketika disertai anemia, dampaknya bisa lebih berat dan berkepanjangan. Kesadaran akan hubungan ini menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan reproduksi remaja.

Sumber: Riset Mahasiswa Kebidanan

Penulis: Elfira Armilia

Bertita Terkini

Latih Kompetensi Klinis, FIKES Umsida Gelar OSCE untuk Mahasiswa S1 Kebidanan
February 1, 2026By
Ketua IBI Jatim Tekankan Etika Profesi pada Sumpah Profesi FIKES Umsida
December 18, 2025By
Umsida Bekali Mahasiswa Kebidanan dengan Praktik Pemeriksaan EKG di Rumah Sakit
November 23, 2025By
pembekalan
Siapkan Mahasiswa Profesi Bidan dengan Pembekalan Intensif dan Hybrid Learning
September 29, 2025By
kader posyandu
Kolaborasi ITS dan Umsida Perkuat Peran Kader Posyandu sebagai Garda Terdepan Kesehatan Anak
September 25, 2025By
nyeri postpartum
Manajemen Nyeri Postpartum Lebih Efektif Berkat Health Science Seminar Fikes Umsida
August 30, 2025By
SNIFEST
Perspektif Digital dan Klinis di SNIFEST 2025, Tingkatkan Kolaborasi Multidisiplin untuk Mengatasi TBC
August 23, 2025By
CHS
FIKES CHS Umsida Perluas Akses Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Sidoarjo
August 16, 2025By

Prestasi

Yuyun Rahma Putri, Ibu Muda yang Menjadi Lulusan Terbaik Profesi Kebidanan Umsida
January 23, 2026By
Cerita di Balik Prestasi Nela Akhmalia, Lulusan Terbaik Kebidanan Umsida
January 12, 2026By
Inovasi Mannequin Akupresur Kebidanan Umsida Menjadi Sorotan di KILab 2025
December 9, 2025By
peneliti
Dua Dosen Kebidanan Umsida Raih Nominasi Peneliti Terbaik Hibah Internal 2024–2025
September 19, 2025By
Mannequin acupressure
Inovasi Mannequin Acupressure LED dan Audio, Kebidanan Umsida Tembus Kilab 2025 Kemdikti Saintek
September 5, 2025By
Kespro
Kespro Disabilitas Jadi Sorotan, Mahasiswa Kebidanan Fikes Umsida Raih Juara 2 Lomba Poster Kesehatan PTMA se-Indonesia
May 7, 2025By
dok istimewah inovasi
Inovasi Laboran Umsida: Manekin Akupresur dengan Indikator LED Lolos Kilab 2024
November 15, 2024By
dok istimewah prestasi
Wisuda dengan Pencapaian Gemilang: Kisah Mahasiswi Kebidanan Umsida dalam Meraih Prestasi Nasional
October 29, 2024By

Riset dan Inovasi

Riset Dosen Kebidanan Umsida Ungkap Peran Usia dalam Keberhasilan Laktasi
February 9, 2026By
kehamilan
Afirmasi Positif Bantu Cegah Preeklamsia pada Ibu Hamil
November 10, 2025By
TBC
Peran Strategis Bidan dalam Skrining Tuberkulosis (TBC): Mendeteksi Dini untuk Pencegahan yang Lebih Baik
November 4, 2025By
edukasi gizi
Pentingnya Edukasi Gizi pada Ibu untuk Menunjang Tumbuh Kembang Anak
October 12, 2025By
PRIMIGRAVIDA
Mengungkap Kerentanan Ibu Primigravida terhadap Emesis Gravidarum, Tantangan Awal Kehamilan yang Perlu Diwaspadai
October 6, 2025By
KOMBINASI MODISCO
Kombinasi Modisco dan Akupresur, Strategi Inovatif Fikes Umsida untuk Perbaikan Gizi Balita
September 17, 2025By
edukasi gizi
Mengatasi Hambatan dan Memaksimalkan Cues to Action dan Dukungan Posyandu Kunci Partisipasi Orang Tua yang Lebih Aktif
September 11, 2025By
Buah Naga
Prebiotik Buah Naga Menjaga Keseimbangan Mikrobiota Mulut Selama Masa Kehamilan
August 27, 2025By