Kebidanan.Umsida.ac.id – Nyeri haid atau dismenorea merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang paling umum dialami oleh remaja putri. Namun, sebuah riset unggulan yang dilakukan oleh dosen Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Fikes Umsida) mengungkap fakta penting bahwa olahraga teratur memiliki hubungan signifikan terhadap penurunan kejadian dismenorea.
Baca Juga : Ajak Mahasiswa Kelola Emosi Menuju Prestasi Sehat dalam Ruang Diskusi Reflektif oleh IMM Avvicienna
Hasil riset ini tidak hanya memperkuat pentingnya gaya hidup aktif, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Fikes Umsida dalam edukasi kesehatan remaja khusunya di bidang kespro.
Hasil Penelitian Membuktikan Hubungan Signifikan Antara Olahraga dan Nyeri Haid
Penelitian yang dilakukan oleh Sri Mukhodim Faridah Hanum dan Titin Eka Nuriyanah ini mengambil sampel dari 37 siswi kelas X SMK Muhammadiyah 1 Taman, Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, dan uji statistik dilakukan menggunakan Exact Fisher.
Hasilnya mencengangkan: sebanyak 78,4% responden mengalami dismenorea, sementara 78,4% lainnya juga tercatat tidak melakukan olahraga secara teratur. Dari analisis statistik didapatkan nilai P = 0,028, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara keteraturan olahraga dan kejadian dismenorea.
Keunggulan riset ini terletak pada kesesuaian antara temuan lapangan dengan teori ilmiah yang sudah mapan. Penelitian ini juga memperkuat argumen bahwa penanganan non-farmakologis seperti olahraga mampu memberikan dampak signifikan pada kualitas hidup remaja putri.
Dengan pendekatan ilmiah yang ketat dan desain sampling yang representatif, riset ini layak dijadikan referensi kebijakan promosi kesehatan di sekolah-sekolah.
Penjelasan Ilmiah Mengapa Olahraga Efektif Mengurangi Dismenorea

Dari sisi medis, olahraga memicu produksi hormon endorfin neurotransmitter alami yang bekerja sebagai analgesik atau pereda nyeri. Saat remaja melakukan aktivitas fisik, tubuh menghasilkan beta-endorfin dalam jumlah lebih besar, yang mampu menekan rasa sakit akibat kontraksi otot rahim selama menstruasi.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa olahraga membantu memperlancar peredaran darah, termasuk ke daerah panggul, sehingga oksigenasi jaringan meningkat dan kontraksi rahim menjadi lebih terkontrol. Hal ini mengurangi intensitas nyeri yang dirasakan saat menstruasi.
Olahraga seperti jalan kaki, jogging ringan, senam, atau berenang selama 30–60 menit sebanyak 3–5 kali per minggu direkomendasikan sebagai intervensi yang aman, murah, dan mudah dilakukan oleh remaja.
Penelitian Fikes Umsida ini memperkuat literatur kesehatan yang menyatakan bahwa olahraga teratur dapat menjadi solusi alami bagi remaja yang sering mengalami nyeri haid, bahkan tanpa perlu mengandalkan obat penghilang rasa sakit.
Kontribusi Fikes Umsida dalam Promosi Kesehatan Reproduksi Remaja
Melalui penelitian ini, Fikes Umsida menunjukkan peran aktifnya dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya remaja dan pendidik, terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Riset ini bukan hanya sebatas temuan data, tetapi juga memiliki nilai implementatif yang tinggi dalam dunia pendidikan dan kebidanan.
Salah satu keunggulan riset ini adalah penyampaiannya yang komunikatif dan berbasis data lokal. Dengan mengambil sampel dari SMK Muhammadiyah 1 Taman, hasilnya relevan untuk diterapkan di sekolah-sekolah serupa di wilayah Jawa Timur. Temuan ini juga menjadi bekal bagi calon bidan lulusan Umsida dalam memberikan edukasi promotif dan preventif kepada remaja putri di berbagai lini pelayanan kesehatan.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang menekankan pada keunggulan akademik dan pengabdian masyarakat, Fikes Umsida telah membuktikan kualitasnya melalui riset berbasis kebutuhan lapangan. Dosen tidak hanya aktif dalam mengajar, tetapi juga meneliti permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat dan menawarkan solusi yang aplikatif serta ilmiah.
Baca Juga : Keunggulan Ekstrak Daun Kersen sebagai Antidiabetes Herbal yang Aman dan Efektif
Penelitian yang dilakukan oleh dosen Kebidanan Fikes Umsida membuktikan bahwa olahraga teratur memiliki hubungan signifikan terhadap penurunan kejadian dismenorea pada remaja putri.
Hasil riset ini memperkuat pemahaman bahwa pendekatan alami melalui gaya hidup aktif dapat menjadi solusi efektif bagi masalah nyeri haid yang umum dialami remaja.
Dengan pendekatan ilmiah yang kuat dan kontribusi nyata terhadap pendidikan kesehatan masyarakat, riset ini menegaskan posisi Fikes Umsida sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga berdampak dalam praktik.
Edukasi mengenai pentingnya olahraga bagi kesehatan reproduksi perlu terus digalakkan, dan riset-riset semacam ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan remaja yang sehat, aktif, dan produktif.
Sumber : Sri Mukhodim
Penulis : Novia